Travel

Wisata Populer Masa Kini, Pulau Kemaro

Wisata Populer Masa Kini, Pulau Kemaro

Generasi milenial adalah generasi yang memiliki hobi-hobi kekinian dan memiliki kelayakan untuk disebarluaskan seperti foto dam video. Salah satu bentuk foto dan video tersebut bisa berupa keadaan alam, selfie, maupun beberapa tempat wisata yang instagramable. Di Indonesia sendiri tentu memilki banyak lokasi wisata yang sangat recommended untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Pulau Kemaro.

Pulau Kemaro adalah salah satu delta kecil uang terletak di aliran Sungai Musi yang terletak di wilayah Kota Palembang. Letak pulau ini juga tidak terlalu jauh, yakni hanya sekitar 6KM dari Jembatan Ampera yang melintasi Sungai Musi. Kamu bisa menuju pulau ini dengan menggunakan kapal yang telah disediakan oleh pihak pariwisata yang berada di beberapa pangkalan Sungai Musi.

Terlepas dari hal tersebut, pulau ini memiliki satu kisah yang melegenda yaitu kisah Tan Bun An dan Siti Fatimah. Tan Bun An dan Siti Fatimah adalah sepasang kekasih yang berbeda etnis. Tan Bun An adalah seorang lelaki Tiongkok, sedangkan Siti Fatimah adalah seorang perempuan pribumi Palembang.

Dalam prasasti yang tertulis di tengah Pulau Kemaro itu, diceritakan bahwa Tan Bun An terjun ke dalam Sungai Musi untuk mengambil dan mencari harta karun yang diketahui berbentuk guci-guci yang berisi emas. Harta karun tersebut konon adalah peninggalan dari keluarga Tiongkok. Beberapa lama setelah Tan Bun An terjun ke sungai, ia sudah tidak nampak lagi. Untuk memastikan, para pengawalnya pun turut terjun ke sungai untuk mencari Tan Bun An.

Sayangnya, semua itu hanya sia-sia. Dari atas permukaan air, Siti Fatimah tidak juga menemukan tanda-tanda kemunculan dari kekasihnya, yaitu Tan Bun An maupun beberapa pengawal yang mencoba mencari Tan Bun An. Karena merasa resah dan risau, Siti Fatimah memutuskan untuk ikut terjun ke dalam sungai untuk mencari Tan Bun An. Masih bernasib sama, Siti Fatimah juga tidak turut muncul ke permukaan air. Bahkan hingga kini.

Beberapa waktu kemudian, muncul sebuah gundukan yang terus membesar hingga membentuk pulau di tempat dimana Tan Bun An dan Siti Fatimah terjun. Kabarnya pulau tersebut tidak pernah tenggelam walaupun Sungai Musi sedang mengalami pasang tinggi. Karena keunikan tersebut lah pulau ini dinamakan dengan Pulau Kemaro yang berarti kemarau. Dinamakan kemarau karena lokasi pulau ini selalu jauh dari jangkauan pasangnya Sungai Musi.

Di dalam Pulau Kemaro tersebut, terdapat salah satu gedung Tionghoa atau lebih tepatnya sebuah klenteng tua yang bernama Hong Cing Bio. Hong Cing Bio sendiri terletak diantara beberapa bangunan di dalam kompleks Tionghoa bersama pagoda 9 tingkat yang menawan. Biasanya klenteng dan pagoda tersebut akan ramai ketika malam perayaan umat Tionghoa seperti Cap Go Meh atau malam pertama dari perayaan tahun baru Imlek.

Karena letak Pulau ini berada di tengah Sungai Musi, tentu bagi kamu yang ingin berkunjung harus menggunakan moda transportasi air. Di sekitar Sungai Musi sendiri terdapat beberapa jenis transportasi air yang siap mengantarkan penumpang menuju pulau eksotis tersebut. Beberapa jenis tersebut antara lain getek, speedboat, dan kapal penumpang. Setiap jenis tersebut tentu memiliki harganya masing-masing.

Untuk transpotasi getek, biasanya akan dipatok harga sebesar 15 ribu rupiah per orang. Dengan menggunakan getek, kamu bisa menuju lokasi tujuan dengan waktu tempuh 30 menit. Untuk speedboat, harga yang dipatok adalah sebesar 300 ribu rupiah untuk satu speedboat yang dapat memuat sebanyak 6 orang. Sedangkan untuk kapal penumpang, disewakan seharga 1,5 juta rupiah yang dapat menampung sebanyak 120 orang.

Itulah beberapa informasi mengenai tempat wisata Pulau Kemaro. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi kamu yang memiliki hobi berwisata. Selamat berlibur!

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here