Otomotif

Toyota 5 Continents Drive Serap Aspirasi Masyarakat Lokal Kunjungi Benua Afrika

Ketika berada di benua Eropa tim 5 Continents Drive banyak mendapatkan ilmu terkait perkembangan otomotif di benua tersebut. Nah, pada 2018, giliran benua Afrika. Dilansir dari , ketika di Afrika, karyawan Toyota yang berjumlah 80 orang dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama bertugas melakukan perjalanan selama 25 hari, yang diawali dari Durban, Afrika Selatan menuju Johanesberg pada 27 Agustus sampai 20 September 2018. Untuk tim kedua, mereka memulai perjalanan dari Durban menuju Sani Pass, Afrika Selatan pada 9 Oktober sampai 1 November 2018. Selain itu, tim juga melewati berbagai negara di benua Afrika, seperti Tanzania, Zimbabwe, Zambia, Botswana, Namibia, dan Lesotho dengan total jarak keseluruhan mencapai 10.600 km.

Kendaraan yang digunakan dalam petualangan tersebut tidak kalah beragam saat melakukan perjalanan di benua Eropa. Saat di benua Afrika, Toyota 5 Continent Drive menurunkan mobil unggulannya, seperti Toyota Land Cruiser 200, Toyota Prado, Hilux DC, Rav4, Corolla, dan Toyota Quest. Seperti di benua sebelumnya, kali ini, Toyota Quest juga mencuri perhatian. Pasalnya mobil tersebut, cukup tangguh dalam menghadapi berbagai medan. Artinya secara produk, image Land Cruiser sudah melekat begitu kuat di hati penggunanya Toyota dan diyakini sebagai solusi mengemudi di daerah yang penuh tantangan. Jika di benua Eropa Toyota 5 Continent Drive diberikan pengalaman terkait infrastruktur yang cukup baik. Namun, di Afrika, mereka mendapatkan pengalaman yang cukup berbeda.

Pasalnya, jalan mulus di dalam kota segera berganti dengan jalanan yang tandus, gersang, dan berdebu saat keluar kota. Bahkan, tim juga mencoba untuk menguji mobil Toyota di kawasan gurun pasir dan keluar masuk wilayah tanam nasional yang sangat luas. Tim 5 Continents Drive saat di benua Afrika Bahkan, ketika musim hujan, jalanan yang mayoritas berdebu, berubah menjadi ladang lumpur dan menjadi tantangan tersendiri bagi tim Toyota 5 Continent Drive.

Sama seperti petualangan di benua sebelumnya, saat di benua Afrika, Toyota juga berusaha mendengarkan aspirasi penduduk lokal. Ternyata tim menemuka fakta menarik, kendaraan SUV seperti Toyota Land Cruiser dan Fortuner serta double cabin Hilux begitu diminati di Afrika. Selain itu, ada point penting yang didapatkan oleh Toyota terkait petualangan di benua Afrika. Toyota melihat, infrastruktur jalan di sana terus dibenahi yang akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, seperti taraf hidup meningkat. Bahkan, dengan mengandalkan kendaraan medium ke atas, harga produk Toyota masih dirasa kurang kompetitif oleh penduduk lokal. Namun, untuk menjawab kendala tersebut, Toyota harus mampu menawarkan kendaraan yang lebih mudah didapatkan oleh penduduk setampat serta diimbangi dengan harga terjangkau.

Mencari informasi terkait kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat Afrika merupakan salah satu implementasi dari filosofi “ road train people and people make cars ”. Pasalnya karyawan yang mengikuti petualangan tersebut diberikan tantangan untuk langsung belajar dari jalanan di seluruh benua termasuk benua Afrika. Bahkan karyawan dituntut untuk mendengarkan berbagai masukan dari konsumen, manufaktur, dealer, distributor, dan komunitas sebagai stakeholders Toyota di berbagai belahan dunia, dengan tujuan membat “ ever better cars ” bersama untuk masa kini dan masa depan. Selain itu, dengan begitu para karyawan Toyota dapat memperluas dan menambah ilmu terkait padangan mereka terhadap mobil masa depan.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here