Metropolitan

Terinspirasi dari Film Chucky hingga Imbauan dari KPAI FAKTA Remaja 15 Tahun Bunuh Bocah 6 Tahun

Warga di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat dihebohkan dengan aksi pembunuhan yang dilakukan NF (15) terhadap tetangganya APA (6). Tersangka NF membunuh APA yang masih bocah itu lantaran terinspirasi dari film pembunuhan. APA dibunuh di rumah NF di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2020) kemarin.

Mengutip dari , NF tega membunuh APA lantaran kerap menonton film bergenre horor dan sadis. Bahkan, salah satu adegan film tersebut menjadi inspirasi NF membunuh APA. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Yusri mengatakan, NF kerap menonton salah satu film horor, yakni Chucky yang mengisahkan tentang boneka pembunuh dan populer pada tahun 1980 an. "Tersangka ini sering menonton film horor, salah satunya Chucky." "Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu," ungkap Yusri.

Keterangan tersebut didapat pihak kepolisian saat melakukan pemeriksaan terhadap NH. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap NH secara mendalam dan hati hati setelah menyerahkan diri. Sikap kooperatif NH juga membuat polisi menemukan fakta fakta baru.

Kepada polisi, NH juga memiliki hasrat untuk membunuh orang lain. "Memang tersangka ini punya hasrat untuk membunuh orang, tapi saat hari ini dia sudah tidak bisa menahan lagi," kata Yusri. Mulanya, saat kejadian, APA tengah berkunjung ke rumah NF.

Kemudian APA dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi. Tak berhenti di situ, NF juga mencekik leher korban yang masih balita itu. Setelah korban lemas, APA kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam lemari.

Sebelumnya, NF berniat untuk membuang jenazah korban. Namun, APA tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari. Keesokan harinya, tersangka beraktivitas seperti biasa.

Tapi, saat perjalanan menuju sekolah, tersangka memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari Jakarta. Selanjutnya, NF dilimpahkan ke Polsek Sawah Besar guna penyelidikan lebih lanjut. Mengutip dari , bocah malang yang dibunuh NF sempat hilang semalaman dan dicari keluarganya.

Bahkan, orangtua korban sempat mencari anaknya ke sejumlah kenalan dan keluarga, namun tak kunjung ditemukan. Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT setempat, Sofyan. Ia mengatakan, jika orangtua korban sempat mendatanginya pada Kamis malam.

Ketika ibu korban mengaku jika sejak sore tidak melihat anaknya. "Iya, jadi emang orangtuanya ini lapor ke saya, bilang pak anak saya nggak pulang pulang nih, hilang," ujar Sofyan. Sofyan pun mengaku jika ia bersama dengan ibu korban sempat mencari APA.

Bahkan, mereka sempat mendatangi rumah tetangga dan tempat anak anak itu biasa bermain. Pencarian tersebut dilakukan hingga pukul 00.00 WIB. "Kita juga sempat ke atas cuma lihat kamar kosong, semua sampai got got kita cari."

Akhirnya kami minta orangtuanya lapor ke Polsek, sampai jam 12 malam itu," terangnya. Sofyan sendiri juga mengaku kaget saat mengetahui NF yang membunuh APA. Ia baru tahu ketika pagi hari mendapat informasi jika NF bersama polisi dan mengaku telah membunuh APA.

"Saya juga kaget, nah pas pagi itu ada polisi datang dari Polsek Taman Sari." "Saya juga nggak tahu katanya anaknya lapor ke polisi abis bunuh orang," kata Sofyan. Terkait dengan kasus remaja bunuh balita tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut angkat bicara.

Komisioner KPAI Ai Maryati, mengingatkan para orangtua untuk memantau kehidupan sosial anak, termasuk film film yang dikonsumsi anak. "Orangtua harus tahu pergerakan anak, dengan siapa dia bergaul, dia sudah makan, belajar, tidur di rumah, tapi dalam ranah sosial?" Berkaca dari kasus di Sawah besar tersebut, Ai mengatakan, orangtua juga harus mengawasi film atau tayangan yang dikonsumsi oleh anak.

Pasalnya, dengan usia yang menginjak belasan tahun atau masuh usia remaja, sang anak terdorong untuk melakukan hal hal yang baru yang sebelumnya tidak ia ketahui. Apalagi, anak anak disebut sebagai peniru yang ulung dalam menirukan apa yang telah ia lihat. "Anak anak yang awalnya tidak penasaran jadi penasaran."

"Yang awalnya tidak mau melakukan jadi melakukan, oleh sebab itu, peran orangtua itu sangat penting," terang Ai.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here