Metropolitan

Tepat Walaupun Terlambat Anies Putuskan Tunda Formula E PSI

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI menilai tepat langkah Gubernur Anies Baswedan menunda pelaksanaan balap mobil Formula E. Tapi keputusan penundaan dianggap terlambat. "Menurut saya langkah pak Gubernur meminta penundaan penyelenggaraan formula E di Jakarta sudah tepat. Walaupun terlambat," ucap Anggota fraksi PSI Anggara Wicitra Sastroamidjojo saat dihubungi, Kamis (12/3/2020).

Menurut dia, Pemprov DKI semestinya sejak awal sudah berani mengambil sikap penundaan, dengan pertimbangan risikonya. Tapi PSI berharap langkah ini tidak justru menimbulkan kerugian karena dana yang digelontorkan untuk Formula E berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI. "Karena dana APBD harus bisa dipertanggungjawabkan," ungkap dia.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan resmi menunda ajang balap mobil Formula E yang sejatinya digelar pada 6 Juni 2020 mendatang. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, pada Rabu (11/3/2020). Langkah penundaan diambil setelah Pemprov DKI memantau perkembangan situasi infeksi virus corona (COVID 19) di seluruh dunia, termasuk Jakarta.

Keputusan ini pun telah disetujui oleh Formula E Operations (FEO) selaku pemegang lisensi balap mobil kelas wahid itu. Adapun setelah diputuskan untuk ditunda, batas penangguhan gelaran Formula E akan dibahas pada tahap selanjutnya. Biaya commitment fee Formula E sebesar Rp360 miliar yang telah dibayar ke penyelenggara Formula E lewat Dinas Pemuda dan Olahraga DKI, tidak akan hangus.

Sebab, ajang balap ini bukan dihentikan tapi hanya diundur waktu pelaksanaannya yang semula 6 Juni 2020. "Tidak ada yang hangus. Jadi kalau dari sisi biaya, tidak ada yang hangus," kata Anies.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here