Sains

Soal Teknologi dan Inovasi, Perkembangan Peradaban Suatu Bangsa Dapat Diukur dari Hasil Risetnya

Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Muhammad Dimyati mengatakan bahwa perkembangan peradaban suatu bangsa bisa diukur dari hasil risetnya. Hal itu karena hasil riset memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara 'Industrial Technology Development (ITD) Expo Tahun 2019' yang digelar di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Rabu (24/7/2019) sore.

Ia kemudian menyebut bahwa daya saing bangsa bisa ditingkatkan melalui peningkatan kemampuan iptek dan inovasi yang terwujud dalam kegiatan riset. Indikator keberhasilannya dapat dilihat dari besarnya kontribusi IPTEK dalam penguatan perekonomian yang dibuktikan oleh banyaknya teknologi hasil riset yang diadopsi dalam dunia industri dan masyarakat. Perlu diketahui, diantara negara ASEAN, Indonesia pada 2018 lalu berada pada peringkat kedua di bawah Malaysia untuk jumlah publikasi internasional.

"Pada tahun 2018, Indonesia mampu mengalahkan Singapura dan berhasil menduduki peringkat kedua di bawah Malaysia, setelah sebelumnya menduduki peringkat ketiga dalam jumlah publikasi internasional diantara negara ASEAN lainnya," ujar Dimyati, dalam acara tersebut. Namun kini, negara ini mampu berada di atas Malaysia dalam peringkat publikasi internasional se ASEAN, karena Indonesia menduduki peringkat pertama. "Dan pada hari ini Indonesia telah mengungguli Malaysia, menjadikan publikasi Internasional Indonesia nomor 1 se ASEAN," kata Dimyati.

Menurutnya, jika bangsa ini mampu menunjukkan keunggulan di bidang publikasi regional ASEAN, maka selanjutnya, hanya perlu fokus pada 'penyelesaian' pekerjaan rumah yang tentu saja lebih berat. "(Fokus selanjutnya adalah) implementasi hasil penelitian, sehingga dapat dikomersialkan di dunia industri," jelas Dimyati. Lebih lanjut ia menegaskan, dengan adanya hilirisasi hasil teknologi menuju komersialisasi, maka akan ada banyak manfaat yang dirasakan.

"Diantaranya adalah adanya produk produk baru yang muncul, produk produk baru inilah yang nantinya akan meningkatkan produktivitas industri dan dapat menciptakan lapangan kerja baru yang lebih bernilai tambah tinggi, sebagai dasar dari fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang," pungkas Dimyati. Demi mendukung implementasi menuju hilirisasi tersebut, Kemenristekdikti telah menyediakan dua instrumen kebijakan pendanaan riset. Dua instrumen itu adalah program Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (INSINAS) serta Program Pengembangan Teknologi Industri (PPTI).

INSINAS merupakan bantuan pendanaan riset yang diselenggarakan untuk penguatan Sistem Inovasi Nasional melalui peningkatan sinergi, produktivitas, dan optimalisasi sumberdaya litbang nasional. Sedangkan PPTI merupakan program yang ditujukan untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas litbang untuk memenuhi kebutuhan teknologi di industri. Melalui pengembangan teknologi, diharapkan tercipta produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.

Selama ini banyak karya yang telah dihasilkan oleh INSINAS dan PPTI, yakni purwarupa desain layak industri yang telah teruji dan sebagian telah terkomersialisasikan. Ada sebanyak 158 purwarupa desain layak industri yang dihasilkan PPTI selama tahun 2016 2018. Sementara untuk purwarupa skala lab yang dihasilkan dari program INSINAS sejak 2015 hingga 2018 mencapai 574 karya.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here