Internasional

Reaksi Bos Jadi Sorotan Kisah Pria Berhemat hingga Rela Masak di Kantor Demi Keluarga di Kampung

Tiap orang punya caranya masing masing untuk dapat menghemat uang. Apalagi bagi mereka yang kerja jauh dari rumah alias merantau. Namun pernahkah kamu berpikir untuk memasak nasi di kantor demi bisa menghemat pengeluaranmu?

Demi bisa menghemat uang seorang pria di malaysia rela melakukan hal itu. Dilansir pria tersebut bernama Habil. Cerita itu dibagikan oleh atasannya, Azri Walter (31) melalui akun Facebook Azri Walter pada Senin (21/10/2019).

Malam itu Azri naik ke lantai atas kantornya, lampu ruangan masih menyala namun tak tampak satupun orang di dalamnya. Meski takut dan curiga, Azri memberanikan diri untuk mendatangi sumber suara. Alangkah terkejutnya Azri ketika menemukan salah seorang karyawannya sedang jongkok sambil menanak nasi.

Azri heran, bagaimana bisa Habil memasak nasi di ruangan kantornya, padahal di lantai bawah ada restoran. Apalagi setahu Azri gaji karyawan sudah diberikan minggu lalu. "Habil, buat apa ini? Kamu masak nasi lauknya apa?" tanya Azri.

Dengan wajah takut, Habil menjelaskan apa yang terjadi. Ternyata, Habil sengaja tidak membeli makan karena telah mengirimkan semua uang yang ia miliki ke ibunya di kampung. Habil menambahkan, ia hanya makan nasi putih saja tanpa lauk.

"Seluruh uang yang saya miliki sudah saya kirimkan untuk ibu di kampung. Meski ibu saya tak memintanya, saya tak ingin ibu dan adik saya kesusahan hingga tak bisa membeli apa yang mereka inginkan," ungkap Habil. Habil bercerita jika ayahnya sudah meninggal beberapa tahun silam.

Meski masih muda, Habil sengaja mernatau dari Pahang ke Kuala lapis untuk mengadu nasib. "Bukan apa apa, pak. Saya tidak tahu sampai berapa lama ibu masih ada. Sementara dia di sini, saya ingin dia bahagia. Lagi pula, saya tidak punya komitmen lain dan saya pandai menghasilkan uang," lanjut Habil.

Mendengar cerita Habil, Azri langsung tersentuh. Ia langsung memeluk Habil erat sambil menahan air matanya. Tanpa basa basi, Azri langsung mengajak Habil makan bersamanya di restoran bawah.

Tak menyangka, sehari sejak cerita itu diunggah kisah Habil telah memotivasi banyak pihak. Unggahannya itu disukai oleh lebih dari 13 ribu orang yang dibagikan ke 10 ribu orang. "Tak sangka, Viral kisah Habil ni. Hari ni saya bawa dia makan sedap. Habil cakap tak pernah makan lagi di sini. Alhamdulillah.

Setakat ini kisah Habil telah menerima: Jumlah Likes: 13,100 Jumlah Shares : 10,500 Jumlah Komen : 1200 Terima kasih semua yang sudi komen dan mendoakan kami," tulis Azri pada unggahan selanjutnya, Selasa (22/10/2019).

Dari kisah Habil, Azri belajar dua hal. "1. Kita ni, usah lokek dengan mak ayah. Terutama sekali mak. Kadang tu kita takut sangat tak cukup duit kalau bagi mak. Sedangkan, rezeki Allah bagi. Lagi banyak kita buat baik dekat mak, insyaAllah hidup kita diredhai." (Pertama, jika kita jauh dari orang tua, terutama ibu sering kali kita takut tak bisa memberikan materi lebih untuknya.

Kenyataannya Allah selalu memberikan rejeki lebih agar kita bisa membahagiakan orang tua kita.)" "2. Betul juga kata Habil. Waktu kecil, apa kita nak mak sedaya upaya tunaikan. Kadang tu benda yang kita tak minta pun mak bagi. Bila dah besar, kalau nak tak minta kita tetap kena bagi. Moga moga, mak redha kita, Allah pun redha dengan kita." Kedua, semasa kecil apapun yang kita inginkan orang tua selalu berupaya untuk bisa mewujudkannya.

Bahkan meski kita tak meminta pun orang tua bisa mengetahui apa yang kita inginkan. Kini saat kita sudah dewasa, waktunya kita untuk membalas semua yang mereka berikan. Dengan ridho Allah semua bisa terjadi.

"Jom kita sama sama buat baik dekat mak dan ayah. Jika mereka sudah tiada, kita bantu dengan doa anak yang soleh okey," tulis Azri. (Mari terus berbuat baik pada kedua orang tua, meski jauh ataupun dekat. Jika orang tua sudah tiada, maka bantu mereka dengan medoakannya.)

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here