Otomotif

Pertama Impor dari Thailand Kemudian Produksi Sendiri di Tanah Air Sejarah Mobil Toyota Fortuner

Saat itu Fortuner masih impor dari Thailand dalam kondisi CBU (completely built up) dan hanya ditawarkan dengan varian mesin bensin. Mesin 2TR FE tersebut menghasilkan tenaga 161 daya kuda, cukup bertenaga untuk diajak berlari. Setahun setelahnya, TMMIN (Toyota Motor Manufacturing Indonesia) akhirnya mulai merakit Fortuner di Karawang dan sudah mengandung 45% komponen lokal.

Meski mendapat respon positif, banyak yang mengeluhkan borosnya konsumsi bahan bakar Toyota Fortuner dengan mesin bensin. Akhirnya pada tahun 2007 Toyota Fortuner Diesel dengan mesin 2KD FTV diperkenalkan meski awalnya hanya ditawarkan dalam satu varian, 2.5 G M/T Diesel. Pada September 2008, Fortuner pun mengalami facelift minor yang berfokus pada tampilan mobil.

Dan pada tahun 2009 varian diesel akhirnya ditawarkan dengan transmisi otomatis. Di tahun 2011 Fortuner pun kembali mengalami facelift, lagi lagi hanya berfokus pada tampilan terutama pada bagian lampu dan grill. Setahun berselang Toyota melakukan pembenahan pada varian diesel dengan memperkenalkan mesin baru yang memiliki teknologi VNT (variabel nozzle turbo).

Penambahan tersebut mampu melonjakkan tenaga Fortuner diesel hingga 22 daya kuda menjadi 144 daya kuda. Di rentang masa ini Fortuner mencapai angka penjualan unit tertinggi semenjak diperkenalkan, yaitu mencapai 20.498. Lalu di tahun 2013 Fortuner TRD Sportivo pun diperkenalkan bagi menjaring konsumen yang menyukai gaya lebih sporti.

Hingga di tahun 2016 akhirnya Fortuner terbaru dengan facelift total pun diluncurkan dan beredar hingga saat ini. Mengusung 'Keen Look' yang telah lebih dulu diaplikasikan pada Toyota Altis dan Camry, Fortuner pun tampil kian stylish. Varian diesel pun dibekali dengan dapur pacu baru, mesin 2GD FTV yang lebih bertenaga.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here