Bisnis

Otoritas Perbankan Turki Selidiki Dugaan Keterlibatan JP Morgan di Balik Jatuhnya Lira

Badan Pengawas Perbankan Turki melakukan penyelidikan terhadap bank investasi asal Amerika Serikat (AS), JP Morgan dan juga bank bank lain setelah nilai tukar lira anjlok lebih dari 4% dan indeks saham Turki turun tajam pada Jumat lalu (22/3/2019). Badan Pengawas Perbankan Turki menyatakan pihaknya menerima keluhan bahwa laporan JP Morgan yang diterbitkan pada Jumat (22/3/2019) merusak reputasi bank bank Turki dan menyebabkan volatilitas di pasar keuangan. "Proses administratif dan peradilan yang diperlukan akan diikuti," sebut badan pengawas tersebut seperti dikutipReuters.

Dewan Pasar Modal Turki juga menyatakan telah meluncurkan penyelidikan setelah menerima keluhan bahwa laporan JP Morgan "menyesatkan" dan menyebabkan spekulasi di bursa Istanbul. Seorang juru bicara JP Morgan untuk Turki menolak berkomentar soal penyelidikan ini. Lira Turki jatuh lebih dari 4% terhadap dolar AS pada Jumat (22/3/2019), penurunan satu hari terbesar sejak krisis mata uang berlangsung pada Agustus 2018 silam.

Anjloknya lira meningkatkan kekhawatiran bahwa Turki membeli lebih banyak uang asing karena hubungan negara ini dengan AS memburuk. Tindakan regulator sektor keuangan Turki ini adalah tindakan resmi terbaru untuk melawan penurunan tajam lira. Bank Sentral Turki pada Jumat lalu juga sudah menunda lelang repo satu minggu, sebuah langkah pengetatan kebijakan untuk menekan likuiditas pasar dan menopang lira. Salinan laporan JP Morgan yang dilihatReutersmenyebutkan bahwa mereka melihat risiko tinggi lira akan menurun setelah pemilihan umum lokal ditetapkan pada 31 Maret 2019.

JP Morgan merekomendasikan kliennya untuk mengambil posisi "long" pada dollar AS. Nasihat seperti itu sebetulnya tipikal catatan klien dari bank secara global. Badan Pengawas Perbankan Turki juga sedang menyelidiki soal klaim bahwa "beberapa bank" telah mengarahkan kliennya untuk membeli mata uang asing dengan cara yang manipulatif dan menyesatkan. Namun badan Pengawas itu tidak menyebutkan identitas bank bank tersebut, apakah bank Turki atau bank asing. Total simpanan dan dana valas termasuk logam mulia nasabah individu di Turki mencapai rekor tertinggi senilai US$ 105,74 miliar pada pekan hingga 15 Maret 2019.

Indeks utama Turki BIST100 turun 3,45% pada penutupan Jumat (22/3). Sementara indeks saham perbankan turun 6,64%. Reporter: Khomarul Hidayat

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here