Internasional

Misteri Kematian Pekerja Migran di Malaysia Mulai Tersingkap, Jaminah Diduga Dibunuh Teman Pria

Misteri kematianJaminah Linda (43), seorang pekerja migran asal Kabupaten Karimun, ProvinsiKepulauan Riau di Malaysia perlahan menemui titik terang. Diduga, Jaminah dibunuh oleh teman prianya sendiri. Namun, apa hubungan keduanya sampai saat ini belum diketahui.

Sulai Batun Kasih alias Eno (23) yang tak lain adalah putri sulung Jaminah Linda mengatakan, selain ibunya, ternyata polisi Malaysia juga menemukan satu jenazah lain di dalam rumah kos Jaminah yang berada di Kampung Tali Air, Banting, Kota Kuala Lumpur, Malaysia. Jenazah itu seorang laki laki, dan dilihat dari perawakannya, diduga kuat pria tersebut keturunan India. Pria India ini ditemukan tewas dengan leher tergantung, diduga ia bunuh diri dengan cara gantung diri.

Meski begitu, Eno mengatakan, pihak keluarga tidak mengetahui apa hubungan almahummah Jaminah Linda dengan pria India tersebut. "Tak ada yang ditangkap, yang tahu masalahnya hanya almarhummah ibu saya dan pria India yang ditemukan tewas tergantung tersebut," kata Eno melalui telepon, Senin (29/7/2019). Keluarga juga membantah Jaminah Linda dibunuh dengan motif perampokan.

Hal itu dikatakan Eno mengingat tidak ada barang Jaminah Lindah yang hilang. Bahkan tas dan dompet masih utuh. "Ini bukan perampokan. Suami saya pulang membawa tas ibu beserta dompet, dan isinya tidak ada yang hilang. Cuma paspor aja yang hilang, entah ke mana sama HP juga tidak ada," jelas Eno. Diduga, karena tidak ada saksi dan pelaku bunuh diri, polisi Malaysia tidak melanjutkan kasus tersebut.

Sebaliknya, polisi Malaysia kemudian mengembalikan lagi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berkas beserta jenazah Jaminah Linda. "Polisi pun kayaknya cuma tanya kelengkapan identitas tapi tidak ditindaklanjuti lagi, karena sudah jelas jadi polisi kembalikan lagi ke KBRI. Surat surat dari kepolisian dan rumah sakit semua sudah diserahkan ke KBRI," ungkap Eno. Kepergian Jaminah Linda dengan cara tidak wajar itu membuat keluarga, terutama Eno, putri sulung Jaminah Linda, trauma.

Eno mengaku tidak bisa membayangkan betapa menderitanya ibunya dianiaya hingga tewas di perantauan seorang diri. "Saya tidak tahu kenapa orang itu tega, apa dia tidak memandang bahwa ibu saya ada anak yang istimewa (disabilitas) yang harus ia jaga. Saya tidak bisa bayangkan ketika itu ibu saya minta tolong dan tidak ada yang bisa menolong. Menderitanya ibu saya, itu yang bikin saya kepikiran," kata Eno. Saking geramnya dengan perbuatan pelaku yang telah merenggut nyawa tulang punggung keluarganya itu, Eno berharap pelaku mendapatkan balasan setimpal dari Tuhan.

Eno mengatakan, dirinya tidak pernah menyangka ibunya akan pergi untuk selama lamanya dengan cara tragis. "Saya sebenarnya tidak menyangka, perasaan saya ibu saya itu masih ada. Setelah suami saya yang pergi, yang lihat langsung, baru lah bisa percaya. Sama tasnya pun udah dibawa pulang," ungkap Eno. Jaminah Linda, pekerja migran asal Kabupaten Karimun, Kepri ditemukan tewas di tempat tidur di kosnya di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Juli 2019 lalu.

Wanita berusia 43 tahun tersebut diduga jadi korban pembunuhan, setelah polisi Malaysia yang melakukan penyelidikan mendapati luka di bagian dahi dan pipi Jaminah Linda. Luka tersebut diduga akibat pukulan benda tumpul seperti batang besi. Jaminah Linda meninggalkan empat orang anak, salah satunya berkebutuhan khusus.

Jaminah Linda di Malaysia bekerja sebagai buruh tani, pemetik cengkeh.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here