Bisnis

Kinerja Keuangan Tumbuh Solid, Laba Bersih Darya Varia Pada 2018 Melonjak 23,7 Persen

– PT Darya Varia Laboratoria Tbk mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan yang solid. Hal itu terlihat dari laba bersih perseroan pada 2018 melonjak 23,7 persen menjadi Rp 200,7 miliar dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih antara lain ditopang kenaikan penjualan bersih sebesar 8 persen menjadi Rp 1,70 triliun di tahun 2018 dibanding tahun 2017 sebesar Rp 1,57 triliun.

Hasil kinerja keuangan yang tumbuh solid itu dijelaskan dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Selasa (11/6), setelah perseroan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). “Ke depan perseroan akan selalu berusaha meningkatkan laba bersih, paling tidak lebih tinggi dari bunga bank. Kalau rata rata bunga bank itu sekarang 6 persen, kami akan berusaha menaikkan laba bersih lebih dari itu. Kami akan coba yang terbaik untuk persentase kenaikan laba bersih di 2019,” ujar Presiden Direktur Darya Varia Laboratoria Marlia Hayati Goestam, dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (11/6/2019). Perseroan berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 8 persen yang sebagian besar ditopang oleh pertumbuhan pada segmen bisnis obat resep sebesar 8 persen dan pertumbuhan segmen bisnis eksport & toll manufacturing sebesar 41,7 persen.

Selama empat tahun terakhir, perseroan berhasil mempertahankan momentum pertumbuhannya di sejumlah indikator kinerja utama bisnisnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan dua digit pada penjualan bersih sebesar 11,4 persen, pendapatan operasional sebesar 29,4 persen, dan laba bersih sebesar 25,2 persen. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya dan strategi bisnis yang tepat. Salah satu upaya yang dilakukan perseroan adalah memperkuat jaringan produknya dengan meluncurkan produk produk baru baik di segmen obat resep maupun di segmen obat bebas (bisnis consumer health), dan melakukan inisiatif dalam menghasilkan produk produk yang lebih kompetitif. Perseroan juga mendorong investasi di bidang R&D, tenaga kerja, dan fasilitas produksi. Direktur Keuangan Darya Varia Laboratoria Andre Rajagukguk, menambahkan untuk menunjang pertumbuhan bisnis ke depan, perseroan pada 2019 menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 50 miliar.

“Dari jumlah itu, capex yang sudah terserap pada kuartal I 2019 sebagian besar untuk ekspansi kapasitas,” paparnya. Menurut Andre, perseroan menggunakan kas internal untuk pembiayaan capex 2019. Kas perseroan masih mencukupi untuk membiayai capex tahun ini. Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang solid juga terus berlanjut pada kuartal I 2019. Darya Varia Laboratoria membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar Rp 482 miliar, tumbuh 12 persen pada kuartal I 2019 dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah dinamika dan tantangan industri farmasi pada 2019, perseroan mempersiapkan strategi strategi baru untuk memperkuat posisi brand produk produknya, serta menjalankan program program secara optimal. Perseroan juga akan terus mengembangkan proses bisnisnya, mulai dari perolehan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi dan pemasaran.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here