Kesehatan

Janin Belum Berkembang, Syahnaz Sadiqah Duduk Kursi Roda, Ada Risiko Lain Ancam Ibu Hamil Kembar

Kabar hamilnya adik bungsu Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqah mulai mencuri perhatian warganet. Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 6 Juni 2019, istri Jeje Govinda ini mengunggah di Instagram nya sebuah foto test pack yang menunjukkan dua garis . Sontak, unggahan adik Raffi Ahmad itu dipenuhi ucapan selamat oleh rekan rekan dan pengikutnya.

Sebelumnya, Syahnaz yang sudah menikah dengan Jeje Govinda pada April 2018 lalu memang berkeinginan untuk memiliki momongan, bahkan sempat dikabarkan bahwa adik Raffi Ahmad itu menjalani program bayi tabung demi memiliki anak. Namun baru baru ini, adik ipar Nagita Slavina yang tengah hamil muda itu dikabarkan mengandung bayi kembar. Hal ini disampaikan oleh sang kakak, Raffi Ahmad melalui kanal YouTube Cumicumi pada Sabtu (29/6/2019).

Raffi Ahmad pun menanggapi kondisi Syahnaz yang sering menggunakan kursi roda beberapa waktu lalu. "Kemarin sempet nanya juga sih, kenapa pake kursi roda? Karena kan (hamil) kembar," ujar Raffi Ahmad. Memang sempat terekam kamera bahwa Syahnaz tengah menggunakan kursi roda saat berjalan jalan dengan Jeje Govinda, bahkan adik ipar Nagita Slavina itu mengunggah foto dirinya di Instagram.

"Mereka sebenarnya sudah tau itu kembar, tapi janin yang satunya lagi tuh belum kelihatan berkembang," jelasnya. Dalam kehamilan kembar memang ada beberapa risiko yang kerap dialami janin dalam kandungan, salah satunya adalah salah satu janin belum berkembang sempurna atau disebut dengan intrauterine growth restriction (IUGR). Pembatasan pertumbuhan intrauterin atau intrauterine growth restriction (IUGR) adalah suatu kondisi di mana satu atau kedua kembar tidak tumbuh dengan baik.

Bayi dengan IUGR, jauh lebih kecil daripada bayi lain dengan usia kehamilan yang sama. Melansir dari WebMD, IUGR memengaruhi hingga 25% kehamilan kembar. Selain IUGR, pada ibu hamil yang mengandung anak kembar, sering kali ditemukan beberapa risiko hamil kembar lainnya, seperti: Akibatnya, satu janin kembar mungkin berkembang jauh lebih kecil atau IUGR, janin kembar umumnya akan berbagai plasenta akibat distribusi darah dan nutrisi yang tidak merata di antara mereka.

Selain itu juga pembuluh darah dalam plasenta juga memungkinkan menyebabkan kondisi serius yang disebut sindrom transfusi kembar kembar atau twin twin transfusion syndrome (TTTS). Ketika ini terjadi, terjadi pertukaran darah yang tidak merata antara si kembar, sehingga keduanya berisiko. Janin kembar umumnya saling berbagi kantung ketuban yang memungkinkan menyebabkan tali pusar kusut, sehingga membatasi aliran darah ke satu atau kedua kembar.

Untungnya, dengan pemeriksaan prenatal secara teratur, dokter dapat menemukan masalah ini jika terjadi dan dapat mengambil langkah langkah untuk mengurangi dampak pada bayi kembar. Bahkan menurut penuturan Raffi Ahmad, Syahnaz Sadiqah juga diwajibkan dokter untuk beristirahat karena masih kondisinya masih lemah. "Masih ringkih dan riskan, jadi dijaga dulu sampai kata dokter aman. Katanya kalau naik tangga aja juga dipangku karena masih ringkih janin satunya lagi," tambahnya.

Untuk memulihkan kondisi ibu hamil yang mengalami hal serupa dengan istri Jeje Govinda ini memang diwajibkan untuk beristirahat lebih, dan mengurangi aktivitas fisik yang membahayakan janin. Raffi Ahmad pun mengharapkan doa bagi kesehatan Syahnaz yang sedang hamil kembar itu.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here