Kesehatan

Ini Cara Mengatasinya Karantina di Rumah buat Cegah Covid-19 Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Wabah virus corona atau Covid 19 telah menghentikan seluruh dunia karena hampir semua negara berjuang untuk mencegah penyebaran virus ini dengan mengkarantina warganya. Para ahli memperingatkan bahwa isolasi berkepanjangan ini dapat memicu atau memperburuk masalah kesehatan mental. Sekarang sebagian besar negara memerangi pandemi.

Dan warganya berjuang dengan mengurangi kebebasan, kegiatan sosial yang membuat mereka bosan dan kesepian. Ini dapat berdampak pada kesejahteraan mental orang orang, yang tidak boleh diabaikan. Ada banyak ketidakpastian dan stres yang bertahan selama pandemi.

Memikirkan cara menghabiskan waktu selama hari hari karantina dapat berdampak buruk pada kesehatan mental. Karantina memiliki dampak pada tiga elemen penting yaitu kesehatan mental, kesejahteraan psikologis dan kesejahteraan sosial. Fakta bahwa karantina telah membuat banyak orang terkurung di rumah mereka telah menyebabkan peningkatan beberapa risiko kesehatan.

Ini termasuk gejala depresi, gangguan fungsi kognitif, kurang tidur, kesehatan jantung buruk dan kekebalan tubuh rendah. Meskipun karantina bersifat sementara, periode kesepian dan isolasi yang singkat dapat memiliki konsekuensi yang membahayakan kesehatan mental. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet menunjukkan bahwa orang yang berada di karantina melaporkan gejala psikologis, yang meliputi depresi, stres, suasana hati yang rendah, insomnia, mudah marah, gangguan emosional, kemarahan, gejala stres dan kelelahan emosional.

Gejala psikologis dipicu karena durasi karantina yang lebih lama, informasi yang tidak memadai, pasokan konsumsi yang tidak memadai, kebosanan, frustrasi, ketakutan akan infeksi, stigma, dan kerugian finansial. Studi lain meneliti dampak psikologis dari wabah SARS yang terjadi pada tahun 2003. Sekitar 10 persen orang mengalami gejala stres pascatrauma wabah SARS.

Efek jangka panjang karantina juga terlihat tiga tahun setelah wabah SARS. Gejala gejala psikologis dapat menjadi masalah hanya untuk orang orang dengan masalah kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya. Pertahankan rutinitas dan hobi

Jadikan dirimu aktif sepanjang hari Kurangi emosi negatif dengan mendengarkan musik, membaca, melukis, berkebun, atau menonton pertunjukan hiburan. Makan makanan yang seimbang

Minum banyak air Jika kamu mengalami kecemasan, lakukan latihan pernapasan dalam selama beberapa menit. Jauhkan dirimu dari pikiran cemas dengan memikirkan sesuatu yang tenang untuk memperlambat pikiran.

Jika kamu merasa marah dan kesal, tenangkan pikiran dengan menghitung mundur dari 10 menjadi 1. Berkomunikasi dengan teman dan keluarga jika kamu merasa sedih atau kesepian, bisa menggunakan video call. Karantina menjadi lebih tenang ketika orang mendapatkan informasi yang akurat tentang virus ini dan ketika orang memahami peran karantina untuk memerangi pandemi.

Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya: Percaya pada sumber yang dapat dipercaya karena membuatmu tidak terlalu takut. Hindari menonton berita sensasional atau posting media sosial yang memuat informasi yang salah atau palsu.

Jangan terus berdiskusi tentang siapa yang sakit dan bagaimana. Lakukan kebersihan tangan dan atur pernapasan. Hindari kontak dekat dengan orang lain.

Hindari merokok, alkohol, dan obat obatan lain karena dapat memperburuk kesehatan mentalmu. Jangan menghindar atau menghakimi orang yang terinfeksi Covid 19. Jangan panik jika kamu terinfeksi Covid 19.

Ingat, banyak orang dapat sembuh dari virus ini.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here