Travel

Ini Bahayanya Jangan Cetak Boarding Pass Sebelum Naik Pesawat Terbang

Musim liburan akhir tahun segera tiba, saatnya bagi kita merencanakan perjalan untuk menghabiskan liburan akhir tahun 2019. Jika traveler berencana berlibur naik pesawat terbang, hendaknya mengetahui beberapa hal terkait keamanan penerbangan berikut ini. Seorang ahli mengungkapkan, ada hal yang selayaknya tidak dilakukan sebelum melakukan penerbangan.

Pakar keamanan penerbangan ini mengatakan penumpang tidak dianjurkan mencetak boarding pass merek, kenapa? Meskipun maskapai sering meminta calon penumpang mencetak dokumen utama, namun ada risiko besar yang bisa terjadi jika kita kurang berhati hati. Boarding pass berisi banyak informasi penting tentang calon penumpang yang dapat diakses oleh peretas.

Jika boarding pass yang sudah dicetak pada kertas jatuh ke tangan yang salah, akan ada konsekuensi yang kurang menyenangkan bagi penumpang. Caleb Barlow, presiden dan CEO CynergisTek mengatakan kepada Forbes, "Dalam boarding pass biasanya tercantum nama, nomor referensi pemesanan dan nomor frequent flyer. Ketiga hal itu selalu ada di boarding pass." Barlow secara khusus memperingatkan para calon penumpang supaya tidak membagikan foto boarding pass mereka di media sosial.

Baik ada bagian yang dikaburkan atau tidak, membagikan foto boarding pass di media sosial atau internet tetap berbahaya. Barcode pada boarding pass menyembunyikan nama lengkap penumpang, tanggal lahir, nomor penerbangan, bandara keberangkatan dan tujuan, nomor kursi, dan kode locator PNR (Passenger Name Record) enam digit, juga dikenal sebagai nomor referensi pemesanan. Ketika diakses melalui bagian pemesanan situs web maskapai, PNR ini memberi seluruh informasi tentang dirimu dan siapa pun yang bepergian denganmu.

Rinciannya meliputi, nama lengkap dan tanggal lahir, nomor paspor, rincian sewa mobil atau pemesanan hotel yang dilakukan melalui maskapai, alamat email, nomor telepon, serta empat digit terakhir kartu pembayaran yang digunakan dan data orang yang membayar tiket tersebut . PNR juga akan menunjukkan SSR (Special Service Requests) atau permintaan layanan khusus seperti menu makan tertentu jika ada alergi hingga segala info kesehatan, cacat atau masalah medis calon penumpang. Peretas yang cerdas juga dapat mengakses miles yang mungkin dimiliki penumpang untuk dijual di website ilegal.

Ada sebuah situs web menjual 100.000 miles maskapai penerbangan sekitar £ 680, menurut Forbes. Untungnya, ada cara untuk melindungi diri sendiri dari peretasan boarding pass. Pertama, hindari mencetak boarding pass dan jangan membagikan foto boarding pass di media sosial.

Kedua, gunakan two factor aunthentication saat login di situs maskapai supaya lebih aman. Peretas sebenarnya tidak mendapatkan uang jika mereka mencuri datamu. Mereka juga tidak dapat mengubah pesanan.

Tapi, peretas yang mencuri data boarding pass mu bisa menggunakannya untuk menipumu. Bayangkan jika kamu adalah peretas dan tahu data seseorang yang baru saja terbang dari London ke Bangkok naik British Airways, misalnya. Lalu, kamu tahu jika pesawat British Airways beroperasi seminggu dua kali.

Orang yang datanya kamu ambil adalah penumpang kelas ekonomi dan punya permintaan khusus menu vegetarian. Sebagai peretas, kamu bisa saja membuat 'email phishing' berisi pancingan jahat kepada calon penumpang itu dengan mengatas namakan British Airways. Misalnya, kamu meminta si calon penumpang klik sebuah link 'pancingan' berisi tawaran untuk menu vegetarian atau tawaran upgrade kelas gratis.

Calon penumpang yang tidak tahu email tersebut dikirim oleh peretas, bisa saja masuk ke link pancingan yang bisa mengacaukan data data miliknya.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here