Kesehatan

Implan Bokong dan Hubungannya dengan Kanker

Berdasarkan studi terbaru, wanita yang melakukan implan bertekstur pada bagian bokong berpotensi membangkitkan limfoma atau kanker yang muncul pada sel limfosit misalnya getah bening. Dikutip dari People, studi tersebut berawal dari Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat yang melihat adanya hubungan antara implan payudara bertekstur dan limfoma sel besar anaplastik (ALCL) yang dapat mengakibatkan jenis kanker darah. Terlihat pada bulan Februari 2019 lalu FDA telah menerima 457 kasus pada mereka yang melakukan implan payundara, dan sembilan diantaranya meninggal dunia.

Sementara itu pada studi kasus yang baru ini diterbitkan Aesthetic Surgery Journal, seorang wanita berusia 49 tahun didiagnosis menderita kanker sekitar satu tahun setelah ia mendapatkan implan bertekstur. Saat dokter mengidentifikasi kankernya, kanker itu sudah menyebar ke seluruh tubuhnya terutama di bagian paru parunya. Alhasil wanita tersebut harus menjalani kemoterapi agresif dan setelah beberapa bulan wanita tersebut meninggal dunia.

Memang Para peneliti, dari University of Southern California belum bisa langsung memastikan garis langsung antara implan bertekstur dan kanker limfloma, tetapi berbagai kasus terus menghubungkan keduanya. Para penulis studi kasus mengatakan bahwa temuan mereka memerlukan penelitian lebih lanjut mengenai risiko kanker tersebut.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here