Lifestyle

Ibadah Haji 2019: Bacaan Doa untuk Orang yang Hendak Pergi Haji pada Orang yang akan Ditinggalkan

Menunaikan ibadah haji merupakan Rukun Islam yang ke 5, hukumnya wajib bagi yang mampu. Melansir dari situs , ibadah haji diwajibkan bagi mereka yang memenuli lima syarat. Kelima persyaratan tersebut adalah beragama Islam, berakal, baligh, memiliki kemampuan perbekalan dan kendaraan, yang terakhir merdeka (bukan budak).

Adapun dalil dari Al Qur’an: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS. Ali Imran, 97) Firman Allah Ta’ala:

وأتموا الحج والعمرة لله فإن أحصرتم فما استيسر من الهدي ولا تحلقوا رؤوسكم حتى يبلغ الهدي محلة فمن كان منكم مريضًا أو به أذًى من رأسه ففدية من صيام أو صدقة أو نسك فإذا أمنتم فمن تمتع بالعمرة إلى الحج فما استيسر من الهدي فمن لم يجد فصيام ثلاثة أيام فى الحج وسبعة إذا رجعتم تلك عشرة كاملة ذلك لمن لم يكن أهله حاضرى المسجد الحرام واتقوا الله واعلموا أن الله شديد العقاب “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan Haji), (wajiblah dia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketauhilah bahwa Allah sangat keras siksa Nya.” (QS. Al Baqarah,196) Musim haji di Indonesia sudah mulai berlangsung sejak Sabtu (6/7/2019), saat jamaah haji embarkasi Surabaya diterbangkan ke Makkah.

Ibadah haji dilakukan dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Makkah di bulan Dzulhijah. Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijah ketika umat muslim bermalam di Mina. Setelah itu dilanjutkan wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah

Ibadah haji diakhiri dengan melempar jumrah pada 10 Dzulhijah. Adakah doa khusus untuk keselamatan orang yang pergi haji? “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa i’uhu"

(Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia nyiakan titipannya). Dalilnya adalah: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, “Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa i’uhu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia nyiakan titipannya)” (HR. Ibnu Majah no. 2825 dan Ahmad 2: 358. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

“Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik" (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah). Dalilnya adalah:

Sesungguhnya Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”. (HR. Tirmidzi no. 3443 dan Ahmad 2: 7. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ “Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta"

(Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada). Dalilnya adalah: Dari Anas, ia berkata, “Seseorang pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).” “Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).” “Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).” (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Melansir dari doa dalam ibadah haji merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan hampir seluruh rangkaian ibadah berisikan doa doa. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk memperbanyak doa dan dzikir saat menunaikan ibadah haji.

Dengan memperbanyak doa dan dzikir ibadah yang dilakukan akan makin khusyuk dan sempurna. Doa doa dalam haji menurut ulama terbagi dalam tiga kategori. Pertama, doa doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Kedua doa doa yang dilakukan oleh para ulama dan yang terakhir adalah doa doa yang diformulasikan dan dipilih sendiri oleh para jamaah haji. Mengingat panjangnya doa doa yang mesti dibaca oleh para jamaah, maka doa doa tersebut tidak wajib untuk dihapalkan. Cukup dengan dibaca, sehingga sangat wajar jika buku panduan haji yang berisikan doa dan dzikir sangat diperlukan.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here