Bisnis

BPK Umumkan Kerugian Negara Akibat Kasus Jiwasraya & Asabri Akhir Februari

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan, telah melakukan pemeriksaan investigasi terhadap PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri. Ketua BPK Agung Firman Sampurna mengatakan, hasil pemeriksaan investigasi ini tidak dapat disampaikan kecuali sudah diselesaikan, karena itu pelanggaran kode etik. "Kami dapatkan 60 persen data data yang kami identifikasi fraud di Jiwasraya dan Asabri. Khusus Jiwasraya, kita lakukan investigasi dan perhitungan kerugian negara," ujarnya di Kantor Pusat BPK, Senin (3/2/2020).

Agung menyampaikan, investigasi ini juga mencakup beberapa pihak lain, diantaranya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Mudah mudahan selesai akhir Februari, tapi investigasi cukup panjang terkait Kementerian BUMN, OJK, BEI, dan KSEI," katanya. Menurutnya, ketika ada pihak dipanggil saat pemeriksaan itu bukan berarti sudah pasti bersalah, tapi terkait potensi gagal bayar dari masing masing lembaga.

"Kerugian negara disampaikan pada akhir Februari, yang kita lakukan sekarang mendukung kerjaan Panja Komisi XI untuk berikan solusi. Beberapa solusi mudah mudahan kita bisa rumuskan dengan lebih baik sesuai undang undang," pungkas Dito.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here