Bisnis

ARFI Berjuang Melindungi Produk Baja Ringan Nasional dari Serbuan Baja Impor Nicolas Kesuma

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) terus mendorong pengembangan industri konstruksi yang murni produk dalam negeri. Upaya ini merupakan salah satu bentuk komitmen Gapensi sebagaimana amanat Presiden Jokowi untuk mengembangkan industri dalam negeri. Dalam Seminar Nasional Gapensi yang mengangkat tema 'Strategis Pembangunan Industri Nasional Untuk Kemandirian Industri Konstruksi Nasional" yang digelar akhir minggu lalu, Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI) juga ikut menyoroti upaya ini.

Apalagi saat ini Indonesia tengah dibanjiri produk konstruksi dari luar negeri. Salah satunya adalah produk konstruksi berupa baja ringan impor. Sekjen ARFI, Nicolas Kesuma yang diwawancara usai menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, saat ini, ARFI sendiri masih terus berjuang melindungi produk baja ringan nasional dari serbuan baja impor. Salah satu langkah yang kini tengah diperjuangan adalah dengan penetapan SNI untuk profil baja ringan. ARFI sendiri telah memenuhi langkah langkah formal untuk mencapai tujuan tersebut. Nico menyebut, saat ini langkah langkah pendekatan kepada pemerintah juga terus dilakukan agar pemerintah lebih yakin lagi sehingga mempercepat terealisasikannya SNI baja ringan di Indonesia.

"Kami mencoba meyakinkan pemerintah, permintaan untuk percepatan agar SNI baja ringan segera terealisasi. Tujuan dasarnya melindungi seluruh konsumen, seluruh komponen konstruksi, baik pelaku konstruksi maupun end usernya sendiri yaitu pemilik rumah atau bangunan agar mendapat satu keamanan sehingga mereka tidak ragu lagi mengunakan baja ringan," tutur Nico. Pun demikian, Nico juga berharap para pelaku usaha konstruksi nasional untuk tetap optimis menghadapi persaingan maupun berbagai kendala yang datang menghadang. Ia juga yakin jika pemerintah saat ini tengah berjuang mengembangkan industri dalam negeri dan harus didukung semua pihak. Namun ia memandang, pelaku usaha juga perlu berinovasi dengan melakukan ekspansi sehingga memiliki daya saing yang tinggi.

"Kita harus optimis. Itu yang pertama. Yang kedua mungkin saya berikan pandangan sedikit bagaimana pelaku usaha yang disekeliling ARFI sudah melakukan ekspansi baik dari hulu hingga hilir sudah melakukan ekspansi untuk dunia usaha baja ringan sendiri. Salah satu contohnya yaitu PT Tatametal, yaitu pabrik bahan baja ringan yang baru berdiri. Jadi itu juga yang dilakukan anggota ARFI bersama para stakeholder di sekitarnya untuk meningkatkan optimisme di tahun 2020 menjadi tahun yang lebih baik lagi di dunia konstruksi," papar Nico. Di kesempatan yang sama, pelaku usaha konstruksi yang pernah bertarung dalam Pilpres 2019, Sandiaga Uno juga mengutarakan hal serupa. "Harus ada kebijakan yang bukan bisnis as usual. Jadi kebijakannya itu adalah bauran dari kebijakan yang bisa memberikan insentif dan juga bisa memberikan kesempatan pada perusahaan perusahaan baja nasional untuk bersaing. Karena kalau kita dari segi skala dari segi teknologi kita tidak bisa bersaing, tentunya itu kita hanya akan menunggu waktu. Oleh karena itu saya mengajak kita semua melakukan satu inovasi dan juga revitalisasi sehingga kita tetap bisa memiliki teknologi terkini dan menghasilkan produk produk yang memiiki daya saing." urai Sandi.

Sementara itu, terkait dengan SNI Baja Ringan, ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pola perdagangan sudah sangat terbuka. Namun pemerintah seharusnya tetap membantu dengan memastikan bahwa pengusaha pengusaha nasional mendapatkan akses terhadap teknologi terkini dan standarisasi. "Saya sangat mendukung selama SNI (baja ringan) ini menghadirkan suatu level playing field. Satu pola persaingan yang fair yang adil untuk seluruh pemain. Jadi jangan menguntungkan satu pengusaha tapi ini justru kesempatan kita juga untuk memastikan produk produk untuk industri konstruksi itu terjaga kualitasnya," kata Sandi.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here