Travel

7 Kg Ada yang Alasannya Kelebihan Berat Badan 0 3 Kisah Pramugari Dipecat Karena Hal Tak Biasa

Menjadi pramugari memang dituntut memberikan pelayanan maksimal kepada para penumpang. Itulah sebabnya, ada banyak aturan dan kewajiban yang harus ditaati oleh seluruh pramugari. Jika terbukti melanggar dan tidak sesuai dengan standar perusahaan, tentu ada konsekuensi yang harus ditanggung, termasuk dipecat.

Seorang pramugari asal Malaysia, Ina Meliesa Hassim, dipecat dari pekerjaanya sebagai pramugari Malaysia Airlines karena kelebihan berat. Ina kemudian mengajukan tuntutan kepada maskapai tersebut pada September 2017 atas prosedur pemecatan yang salah. Dilaporkan Berita Harian Malaysia, pada 14 Februari 2020 ia kalah dalam persidangan karena Mahkamah Perusahaan memutuskan bahwa maskapai penerbangan tidak bersalah.

Karena Ina memiliki tinggi 160 cm, maka berat maksimum yang diperbolehkan sebesar 61 kg, tidak lebih dari itu. Namun, di penimbangan resmi terakhirnya pada 10 April 2017, Ina memiliki berat 61,7 kg. Karena beratnya kelebihan 0,7 kilogram, akhirnya ia dipecat dari pekerjaanya sebagai pramugari Malaysia Airlines.

Ina telah bekerja di Malaysia Airlines selama sekira 25 tahun pada saat pemecatannya. Ketua Mahkamah Perusahaan, Syed Noh Said Nazir, menjelaskan bahwa Malaysia Airlines telah membuktikan bahwa keputusan untuk memecat Ina cukup adil. Ia menambahkan bahwa maskapai penerbangan itu telah memberikan kesempatan bagi Ina untuk memenuhi tuntutan berat badan sesuai standar perusahaan.

Seorang pramugari Cathay Pacific dipecat setelah mengunggah postingan yang berkaitan dengan demo Hong Kong ke akunFacebooknya. Dilansir dari AFP, Rebecca Sy merupakan pramugari yang bekerja untuk maskapai Regional Cathay, anak perusahaan Cathay Pacific. Ia dibatalkan dari penerbangan ke China, dan langsung diberhentikan pada hari berikutnya.

Rebecca menjelaskan bahwa pihak manajemen sempat menunjukkan sebuah postingan di Facebook miliknya yang membahas situasi politik di Hong Kong, namun tidak memberikan alasan resmi pemecatannya. "Jawaban yang saya dapat adalah 'saya tidak bisa memberi tahu Anda mengapa'. Ini yang saya tidak bisa terima," kata Rebecca kepada wartawan. Pramugari United Airlines, Julianne March diduga sangat mabuk saat ia sedang bekerja.

Seorang mengatakan bahwa pramugari tersebut menjatuhkan barang barang dan kesulitan untuk menyampaikan pesan keselamatan udara. Hal tersebut diunggah oleh salah satu penumpang bernama Aaron Scherb pada akun Twitternya @aaroonscherb. “Hei, saya tidak tahu, pramugari kita tampaknya sangat mabuk ini dari ORD ke SDN," tulis Aaron Scherb dalam Twitternya.

"Dia mengucapkan dengan kurang jelas pidatonya (dia tidak bisa menyampaikan pengumuman keamanan), tidak bisa berjalan lurus/ menabrak semua orang di lorong, dan terus menjatuhkan barang barang," tulisnya. Dikutip dari The Sun, sebuah tes breathalyser menemukan levelnya adalah 0,204 atau lima kali lipat dari batas normal alkohol untuk pramugari. Julianne March akhirnya mengakui minum dua botol minuman alkohol sebelum mulai bekerja pada hari itu.

Penerbangan United Airlines dioperasikan oleh Air Wisconsin, dengan kru dan pramugari Air Wisconsin. Air Wisconsin membenarkan bahwa Julianne March sejak saat itu telah dipecat. Air Wisconsin mengatakan kepada wartawan bahwa Julianne March tidak lagi menjadi karyawan perusahaan.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here