Bisnis

372.000 Peserta Pilih Turun Kelas Setelah Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik

Iuran JKN BPJS resmi naik sejak 1 Januari 2020. Hal ini mendorong peserta mandiri kelas I dan II turun kelas. Kepala Humas BPJS Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan, sejak November Desember 2019 terdapat 372.924 peserta yang memutuskan untuk turun kelas. Angka tersebut terdiri dari 153.466 peserta kelas I atau 3,35 persen turun ke kelas II. "Dan di kelas II ada 219.458 peserta atau 3,32 persen yang turun kelas. Ini periode November ke Desember (2019)," ujar Iqbal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Angka tersebut masih sangat jauh dari total peserta mandiri saat ini yang mencapai 30 juta jiwa. "Jadi tidak terlalu banyak kalau kami mau sampaikan soal perubahan ini," kata dia. Menurut dia, peserta memang diperbolehkan untuk melakukan penurunan kelas BPJS. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kemapuan bayar peserta dengan besaran iuran.

"Mengubah kelas itu dalam rangka untuk memastikan bahwa mereka membayar dengan rutin dan program ini bisa sustain dan dapat diakses oleh masyarakat seperti itu diperbolehkan," tuturnya. Iqbal memastikan bahwa pihaknya sudah melakukan studi terkait putusan untuk menaikkan iuran BPJS kepada peserta mandiri. Studi tersebut menunjukkan bahwa peserta bersedia untuk turun kelas agar dapat melakukan pembayaran secara rutin. Sebagai informasi, iuran BPJS resmi naik per 1 Januari 2020. Langkah ini merupakan salah satu strategi pemerintah untuk menambal defisit anggaran JKN.

Kenaikan iuran ini dialami oleh seluruh segmen nasabah BPJS. Berikut detail kenaikan iuran peserta bukan penerima upah (mandiri) BPJS. Kelas 3: naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per jiwa

Kelas 2: naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per jiwa Kelas 1: naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per jiwa

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here