Bisnis

2 Persen Menteri Sri Mulyani Umumkan Defisit APBN 2019 Capai 2 Melebar dari Target

Kementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 defisit mencapai 2,2 persen dari gross domestic product (GDP). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, APBN dalam hal ini masih mampu membuat ekonomi kondusif meski defisit naik menjadi 2,2 persen atau melebar dari target 1,8 persen. "Namun, kita tetap bisa jaga pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen dibanding negara lain dengan kondisi sama," ujar dia di kantornya, Jakarta, Selasa (7/1/2020)

Sri Mulyani menjelaskan, pendapatan negara tertekan pelemahan global, sehingga hanya naik 0,7 persen menjadi Rp 1.957,2 triliun. "Pendapatan negara naik 0,7 persen dan penerimaan perpajakan naik 1,7 persen. Tahun 2019 kita kumpulkan pendapatan negara Rp 1.957,2 triliun atau 90,4 persen dari target awal," katanya. Sementara itu, belanja negara sebesar Rp 2.310,2 triliun atau 93,9 persen dari yang dianggarkan Rp 2.461,1 triliun dan naik 4,4 persen dari tahun lalu.

"Tahun 2019, pertumbuhan belanja lebih rendah yakni 4,4 persen dari 10,3 persen tahun lalu. Realisasi juga lebih rendah yaitu 93,9 persen dari tahun lalu hampir mencapai 100 persen," pungkasnya.

About Author

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.

Comment here